Senin, 18 Juli 2016

Dehidrasi

Assalamu’alaikum teman…

Wah, rasanya sudah seabad ga nulis-nulis lagi di blog ini hehehe…

Mumpung ada waktu senggang dan kemauan, kali ini saya mau berbagi cerita—cerita sedih sebetulnya. Yaitu, saat putri saya mengalami dehidrasi. Waktu itu, usianya 10 bulan. Saya yang masih menjadi ibu bekerja ditelepon oleh ibu mertua sekitar jam 10 pagi, beliau mengatakan bahwa dari jam 9 Rin sudah muntah sebanyak 3 kali dan tidak mau minum. Akhirnya, dengan tergesa-gesa saya meminta ijin pulang dan segera memesan ojek online. Sambil menunggu ojek datang, saya memberi kabar pada suami dan dia mengatakan juga akan segera pulang ke rumah. Bersyukur jarak kantor dengan rumah tidak sampai 30 menit jika naik motor dan melewati jalan pintas. 
Sesampainya saya di rumah, ternyata Rin sudah muntah lagi sebanyak 2 kali. Segera saya susui putri saya dengan harapan, ASI bisa diterima oleh perutnya. Rin menyusu dengan lahap, terlihat sekali jika dia kehausan—mungkin juga lapar. Saya dan ibu agak lega saat melihat Rin menyusu cukup lama. Suami tiba di rumah saat Rin sedang menyusu, bersama-sama kami mengamati. Akhirnya Rin selesai menyusu, tapi belum ada 5 menit tiba-tiba “hoek!” Rin memuntahkan ASI yang sudah diminumnya. Tanpa berdiskusi lagi, kami segera memutuskan membawa Rin ke RS. Mulya yang hanya berjarak sekitar 10 menit dari rumah. Ketika kami sedang bersiap-siap, Rin muntah lagi. Habis sudah ASI yang diminumnya tadi. Tak tega melihat putri saya yang biasanya sangat aktif menjadi lemas dan pucat seperti itu. 
Sesampainya di rumah sakit, Alhamdulillah mendapat urutan pertama ke spesialis anak karena kebetulan jadwal dsa nya baru dimulai. Saya lupa nama dsa Rin waktu itu. Rin didiagnosa dehidrasi ringan-sedang dan dsa menyarankan agar segera dirawat inap karena jika terlambat maka akan menjadi sulit mencari pembuluh nadi balita untuk diinfus karena saat dehidrasi menjadi berat pembuluh nadi tersebut akan menciut. Saya tanpa pikir panjang menyetujui dsa tersebut untuk rawat inap, suami pun setuju. Karena kami berdua sudah seringkali mendengar betapa bahayanya balita yang mengalami dehidrasi—bahkan bagi dewasa—, suami bahkan dari pengalaman temannya sendiri. Namun, kakek dan nenek Rin tidak setuju karena tidak tega membayangkan Rin harus ditusuk jarum infus. 
Saya putuskan mengambil jalan tengah. Saya meminta waktu 1 jam pada dsa, jika setelah minum obat yang diresepkan Rin tetap muntah maka Rin akan di rawat inap. Dsa menyetujui dan menuliskan surat pengantar ke UGD. Beliau berpesan bahwa setiap kali Rin muntah maka harus masuk 70 ml cairan ke tubuhnya. Sehingga, kami harus meminumkan 70 ml cairan untuk setiap 1 kali muntah. Sebelum pulang, Rin menyusu dan Alhamdulillah tidak muntah. Kami pun pulang ke rumah dengan perasaan sedikit tenang karena akhirnya Rin tidak memuntahkan ASI-nya. Sampai di rumah, saya meminumkan obat mual pada Rin dan memberinya minum air putih. Tapi, tak lama Rin kembali muntah-muntah. Saat itu saya dan ibu bahkan belum melepas jilbab kami. Segera kami meluncur kembali ke rumah sakit dan menuju UGD. 
Saya dan papanya langsung mengurus administrasi untuk rawat inap, infus untuk Rin disiapkan oleh perawat. Sungguh menyayat hati ketika melihat Rin menangis karena badannya diikat—dibedong dengan kain supaya perawat bisa leluasa mencari pembuluh nadinya untuk ditusukkan jarum infus. Lama sekali perawat tersebut mencari-cari pembuluh nadi Rin, bahkan berganti orang. 
Akhirnya, jarumnya berhasil ditusuk tapi masyaallah ternyata tidak kena pembuluh nadinya. Pembuluh nadi Rin sudah keburu menyusut akibat dehidrasi. Perawat mengatakan akan dicoba lagi nanti untuk cari pembuluh nadinya di kaki jika di tangan tidak bisa. Saya sudah nyeri membayangkan Rin harus menangis lagi seperti tadi. Saya susui putri saya sebentar agar berhenti menangis. Lalu, saya melihat botol cairan elektrolit yang diresepkan oleh dsa, saya minta papanya untuk membuka tutupnya dan meminumkannya pada putri kami. Tidak disangka, Rin meminumnya tanpa paksaan hingga habis setengah botol. Ternyata ketika saya cicipi rasa cairan elektrolit tersebut cukup enak, aromanya seperti sirup melon. Pantas saja Rin suka. Kami beri jeda waktu 10 menit lalu kami minumkan kembali dan Alhamdulillah satu botol sudah habis diminum Rin. 
Beberapa waktu kemudian rona wajah putri saya pun sudah lebih cerah, dan dia mulai mengoceh mengomentari benda-benda di ruangan UGD tersebut. 10 menit kemudian, kami minumkan kembali cairan elektrolit tersebut. Lalu, tak lama kemudian Rin minta makan—kami semua baru ingat bahwa Rin belum makan siang!. Kakek dan neneknya membawa Rin untuk makan, sedangkan saya dan papanya tetap di UGD, kalau-kalau dipanggil oleh dokter atau bagian administrasi rumah sakit.
Sekembalinya Rin dari tempat makan, dia sudah jauh lebih baik. Jauh lebih ceria. Dokter UGD mengatakan sepertinya kadar elektrolit tubuh Rin sudah mulai normal. Saya tetap meminumkan cairan elektrolit tersebut pada Rin meskipun dia sudah terlihat lebih baik. Hingga dua jam kemudian, Rin tidak ada muntah lagi. Cairan elektrolit sudah habis 2 botol. Dokter UGD mengatakan Rin sudah lebih baik dan bisa dibawa pulang, tidak perlu di rawat inap. Tapi, kami memutuskan untuk tetap tinggal di UGD hingga dua jam kedepan karena masih khawatir kalau-kalau Rin muntah lagi.
Menjelang maghrib, kami akhirnya memutuskan untuk membawa Rin pulang karena Rin sudah tidak muntah lagi. Saya dan papanya mengurus administrasi selama perawatan di UGD dan mengambil kembali uang deposit. Setibanya di rumah, kami terus memantau kondisi Rin dan Alhamdulillah Rin betul-betul sudah tidak muntah lagi.

Alhamdulillah ya Rabb!

*Beberapa bulan kemudian Rin mengalami muntah kembali tapi hanya 2 kali karena kami langsung memberikan cairan elektrolit seperti yang diresepkan sebelumnya oleh dsa RS. Mulya. Saya dan ibu mertua pun me-recall makanan dan minuman yang masuk ke tubuh Rin sebelum Rin muntah. Dan, kami mendapatkan kesimpulan bahwa Rin selalu muntah setiap kali habis diberi makan ikan lele. Sudah 3 kali Rin muntah setelah diberi makan dengan lauk ikan lele. Yang terparah adalah kejadian saat Rin usia 10 bulan. Ada kemungkinan Rin alergi terhadap ikan lele. Kasus alergi terhadap ikan air tawar memang jarang sehingga saya menjadi kurang aware. Riwayat alergi Rin memang tinggi yang dia dapatkan dari saya, neneknya dan adik papanya memiliki alergi. Beberapa sepupu saya juga memiliki alergi. Sehingga, sampai dengan sekarang saya belum berani memberikan ikan lele lagi pada putri saya. 

Salam sehat,


Rabu, 13 April 2016

Seks bebas itu asik?

Halo,,,
Udah lama banget ga nyoret-nyoret di blog ini... Maklumlah, udah jadi emak2 hehehe...
Tahun lalu saya nonton liputan Net tv tentang Maggha, gadis dari bali yg mendirikan sebuah yayasan panti asuhan bagi bayi2 yg terlantar atau ditelantarkan (so sad).
Mungkin karena udah punya bayi jadi saya gampang banget terenyuh kalo soal bayi.
Akhirnya, saya pun jadi mengikuti perkembangan yayasan tersebut... Dan menikmati kelucuan bayi2 di yayasan melalui foto2 yg diposting di akun facebook yayasan.
Bayi2 disana terlihat bahagia sekali, saya melihat Maggha dan ibunya tulus sekali merawat bayi2 tersebut meskipun tidak ada hubungan darah dengan mereka.
Berdasarkan hasil penelusuran saya ke beberapa website panti asuhan bayi, ide awal mereka mendirikan panti asuhan tersebut didasari oleh maraknya pemberitaan tentang bayi yg dibuang. Bayi-bayi tersebut kebanyakan adalah hasil dari pergaulan bebas.
Saya jelas sedih. Miris.
Jika, kamu yg baca artikel ini adalah adik yg berusia remaja dan sedang kasmaran dengan pacarmu. Pesan saya, jangan tambah jumlah bayi yg dibuang di dunia ini. Coba kamu kunjungi panti asuhan di kota mu, apakah kamu ga kasian liat bayi-bayi itu? Atau kunjungi aja facebook yayasan milik Maggha. 
Liat deh bayi-bayi di Yayasan milik Maggha ini, lucu-lucu kaaaan... Masa tega kalian buang bayi-bayi selucu ini, bayangkan kalau itu bayi kalian!
Oh, atau bayangkan kalau kalianlah yg dibuang oleh orangtua kalian! Yakin ga sedih??!
Yakin, siap mendengar kenyataan kalau kalian dulu dipungut dari tempat sampah? ditemukan di kolong truk? dll
Nah, mulai bisa berempati kan dengan perasaan bayi-bayi ini saat besar nanti?


Baby Kirana

Maggha dan Sadha-bayi pertama di yayasan

Baby Suri

Bunda Vivi (Ibu Maggha) dan Kissa
Bayi-bayi tersebut tidak salah, yg salah adalah pasangan yg sedang kasmaran lalu melakukan hubungan suami istri padahal belum menikah.
Pikirkan secara jangka panjang akibatnya. Apakah lebih banyak manfaatnya bagi kamu jika melakukan hubungan tersebut atau justru lebih banyak buruknya.
Jangan simpan imanmu di lemari saat kamu sedang kasmaran.
Ending dari pergaulan bebasmu itu apakah akan berakhir bahagia atau tragis?
Cowo yg betul-betul mencintaimu adalah yg menikahimu lalu berhubungan dengan halal. Kalo cowo yg meminta berhubungan lebih dulu lalu berjanji akan menikahimu, itu bullshit!
Yg sudah bertunangan saja belum tentu menikah, apalagi kalo masih pacaran.
Senakal-nakalnya laki-laki, dia pasti menginginkan perempuan yang masih "suci" sebagai istrinya. 
Sayangi dirimu dan masa depanmu... Masa depan di dunia dan akhirat!
Begitu kamu melakukan hubungan diluar nikah, maka kamu sudah masuk ke dalam lingkaran dosa tanpa ujung.
Silahkan di analisa dosa apa saja selanjutnya akan kamu lakukan setelahnya.
So, apakah kalian masih kepikiran untuk melakukan seks sebelum nikah?
Pikirkan baik-baik, jadilah perhitungan bagi kebaikan hidupmu sendiri!

G'night!

(Ini postingan pending berhari-hari yang lalu, karena sempat ada gangguan jaringan)

A song for all Age

Selalu terharu setiap nonton video Harris J dengan judul I Promise ini
Adik-adik remaja dengerin lagunya yg seperti ini yuk supaya galaunya tepat sasaran hehehe
Silahkan dinikmati

Ada harga ada rupa

Assalamu'alaikum...
Habis minum segelas coklat panas jadi fresh nih... mau review salah satu salon spa yang aku datangi.
Hari selasa tgl 5 april 2016 kemarin setelah mengikuti coaching di daerah kelapa gading, aku mampir di salon C di jalan veteran 1. Kenapa ke salon itu, karena aku mendapat rekomendasi dari teman kerja yang dua hari sebelumnya massage dan scrub disana. Review dari temenku sih enak massage nya, karena itu aku mau coba.
Kondisi salon sih ya standar salon pada umumnya yaitu di ruang depan ada meja resepsionis, kasir dan lemari display produk yg dijual.
Begitu masuk aku ke resepsionis untuk daftar massage dan disuruh menunggu.
Lalu, sekitar 10 menit datang seorang terapis yang kita sebut saja dia Bulan. Mba Bulan pun menanyakan ulang treatment apa yang mau aku ambil, dan aku menjelaskan ulang bahwa aku mau massage aja. Mba Bulan menawarkan aku untuk scrub sekalian aja, oke aku ambil sekalian scrub.
Keterangan dari temenku, massage itu 60 menit dan ditambah scrub 30 menit jadi total 90 menit. Tapi, waktu aku tanyakan perihal waktu ini kepada Mba Bulan, dia menjawab bahwa massage 60 menit begitu juga paket massage plus scrub juga 60 menit. Hmm, pikirku mungkin aku salah dengar waktu temenku cerita tempo hari.
Ruangan untuk massage ada di lantai 3, satu lantai berisi sekitar 8-10 kasur yang diberi sekat tirai. Dipojok ruangan ada 3-4 kamar mandi (saya lupa tepatnya jumlah kasur dan kamar mandinya).
Aku mulai di massage pukul 15.30 wib. Pijatannya yah standar aja sih, cukup bertenaga. Dan, betul sekitar pukul 16.05 wib Mba Bulan sudah siap-siap untuk scrub. Aku selesai tepat pukul 16.30 wib.
Sewaktu di massage aku mempertanyakan kenapa tidak ada musik relaksasi yang terdengar, daan Mba Bulan menjawab "mungkin kasirnya lagi lelah, bu. Biasanya diputar". Begitu saatnya massage bagian depan badan, mataku mau tidak mau memandangi langit-langit ruangan. Dan, aku tidak menemukan 1 pengeras suara pun disana. Wah... si Mba Bulan nih yaa... Hmm...
Di kantor keesokan harinya, aku konfirmasikan perihal waktu massage dan scrub ke temenku. Jawabannya adalah total waktu temenku adalah 90 menit. Massage 60 menit dan scrub 30 menit. Yah, rugi deh aku... ckckck si Mba Bulan ini yah...
Aku tentu aja tidak akan mau lagi dilayani oleh Mba Bulan untuk kedepannya. Cukup 1x aja ya Mba Bulan kamu curangi diriku.
Dan, mau tidak mau aku lantas membandingkan pelayanan salon tersebut dengan pelayanan Mom n Jo tempat dulu aku selalu pijat hamil dan baby. Aku tidak hanya langganan di satu cabang Mom n Jo aja tapi aku juga sempat pindah cabang, dan aku juga terima cerita dari adikku yang juga langganan pijat hamil dan baby di Mom n Jo. Dimanapun cabangnya, pelayanannya tetap sama. Siapapun terapisnya, keramahan pelayanan tetap sama.
Selama masa kehamilan terapis favourite ku adalah Mba Umi. Mba Umi ini kerja di cabang Gading Serpong, orangnya mungil dan menyenangkan sekali. Aku selalu minta Mba Umi yang massage aku karena aku takut beda terapis akan beda pelayanannya walaupun adikku bilang ga akan beda meski beda terapis.
Nah, setelah melahirkan ternyata Mba Umi sudah resign dan mau tidak mau aku beralih ke terapis lain dan beneran lho pelayanannya sama aja. Bahkan, Mba Wulan yang pegang adikku yang masih 7 tahun itu sabaaar banget ngadepin polah anak kecil yang ga bisa diem itu, hehehe...
Well, begitulah ada harga ada rupa.
Membandingkan salon C dengan Mom n Jo dari segi harga aja udah jauh banget.
Massage di salon C 60 menit Rp 60.000 sedangkan di Mom n Jo massage 80 menit Rp 275.000 itu tahun 2014. Sekarang sepertinya sudah Rp 300.000. Tapi, tidak ada korupsi waktu bahkan seringkali lebih 10 menit karena spare waktu untuk ganti baju.
Aku tidak menuntut agar salon lain menjalankan tipe pelayanan yang sama dengan Mom n Jo karena memang beda kelas tapi tidak korupsi waktu saja sudah cukup. Karena aku pernah massage dengan terapis yang dipanggil ke rumah yaitu Bu Bondan dan waktunya ya pas 60 menit. Harganya Rp 50.000/60 menit. Bu Bondan setiap tugas selalu pakai seragam, meski waktu datang masih menggunakan baju biasa tapi menyempatkan untuk ganti dengan seragam.
Oke
Sekian saja review dari aku
Aku sih akan tetap coba datang lagi ke salon C itu karena pikirku itu hanya ulah satu terapis saja, jadi yang penting ganti terapis aja intinya, hehehe... Untuk para terapis yang kadang suka mencurangi customernya jangan lagi ya kan rugi lho ga dapet tambahan tips tambahan ;)

Rabu, 30 Maret 2016

Mau kerja atau main?

Assalamu'alaikum...

Kali ini mau bahas soal sifat pelamar kerja di kantor aku yang menurutku aneh ya...
Jadi, sudah 2 kali kejadiannya.
2 orang teman dekat melamar kerja, tapi cuma 1 orang yang lolos.
Akhirnya, dia mengundurkan diri karena temannya itu ga diterima juga.
Hmm... Halooo? 
Kalian itu mau kerja atau mau hangout ke mall ya? Kok ya harus sama-sama temenmu sih?
Kalo gitu terus, ya kamu ga akan kerja-kerja. Perusahaan punya kriteria karyawan yang cocok untuk posisi yang kamu lamar. Kamu dan temanmu adalah 2 individu berbeda yang pasti beda karakter. Anak kembar aja ga mungkin sama persis karakternya, lah kamu yang cuma temenan gimana bisa sama coba? Ok, ada kemungkinan kalian diterima tapi itu kalo karakter kalian berdua memang cocok untuk posisi yang kalian lamar.
Jadi heran sama anak-anak jaman sekarang, emangnya ga bisa menjalin pertemanan baru dengan teman-teman di lingkungan kerja? Sampe segitu takutnya karena diterima sendiri. Atau, ga enakan sama temen kamu itu? Coba deh kamu pikir, kalo temen kamu yang diterima dan kamu ditolak, yakin kalo dia akan melakukan hal yang sama dengan yang kamu lakukan? Terus kalo temen kamu lompat ke jurang, kamu juga ikut lompat gitu?
Solidaritas antar teman itu ya harus dipilih juga dong... kapan harus solid kapan ga. 
Lain cerita kalo kamu kembar siam sama temenmu itu.
Bener-bener ga habis pikir, udah cape-cape ikutin seleksi sebanyak 3x. Panas-panasan naik angkot, ada yang nyasar juga. Lalu, mengundurkan diri cuma karena temannya ga lolos juga.
Toh, kalian bisa tetap ketemu meski ga satu kantor kan. 
Aku juga masih suka ketemuan sama teman-temanku yang beda kantor. Bahkan, ada yang beda kota.
Jika, memang pertemanan kalian itu tulus, maka berbeda kantor bukanlah jadi masalah untuk tetap menjalin komunikasi dan silaturahmi.
Coba, yang merasa "Jleb!" ya dipikirkan lagi... kalo temanmu itu tulus berteman sama kamu, dia ga akan marah kok kalo kamu terima kerjaan itu. Rejeki itu Allah SWT yang atur say! Kalo kamu diterima tapi temanmu ditolak ya berarti itu rejeki kamu, dan belum rejeki temanmu. Simple toh?!

Wassalamu'alaikum...

Selasa, 24 November 2015

Pujian dari suami itu motivasi

Assalamu'alaikum...
Sabtu tgl 21-11-2015 kemarin aku ngantor di kantor tebet karena ada acara penerimaan calon karyawan baru. Jadi, transportasi menggunakan jasa commuterline. Naik commuterline itu seruuu hehehe.
Dan, kebetulan banget kemarin tuh lagi mood untuk full make up. Tapi bukan berarti medok seperti mau ke undangan nikah ya... Tetep natural temanya tapi komplit pake eyebrow, eyeliner, eyeshadow, blush on, lipstick, bedak tentunya.
Waktu suami antar berangkat ke stasiun sih ga ada komentar apa2. Tapi sewaktu jemput pulang, tiba2 ditengah jalan sembari ditemani rintik hujan... Suami komentar "mama cantik" dengan suara yg terdengar malu2 hehehe... Otomatis aku senyum lebar dan pipiku langsung hangat rasanya. Maklum, suami tuh jarang banget muji "cantik". Padahal ketahuilah para suami bahwa pujian dari suami itu adalah salah satu motivasi terbaik untuk istri loooh!
Bagi para suami yg berkarakter mirip dengan suamiku mungkin susah rasanya untuk mengeluarkan kalimat pujian seperti itu ya... No problems, ga perlu diumbar juga yg penting pujiannya tulus (tidak asal yg penting istri senang).  Sesekali itu justru akan membuat momen itu sangat berharga untuk dikenang 😊

Senin, 16 November 2015

ASI Eksklusif, why not?

Alhamdulillah saya sukses memberikan ASI eksklusif kepada putri pertama yaitu Haura. ASI eksklusif diberikan dari bayi usia 0 sampai dengan 6 bulan. Tanpa ada tambahan lain walaupun air putih.
Selama ASIX, penambahan berat badan Haura sangat bagus. Berat lahir Haura adalah 3,1 kg dan di usia 3 bulan berat badannya mencapai 7,3 kg. Selama ASIX Haura juga hanya pernah sekali pilek, itu karena tertular dengan anak sodara yg datang berkunjung ke rumah. Tapi pileknya hanya selama 3 hari, antibodi tubuhnya bekerja dengan sangat baik. Tapi, mulai usia 5 bulan penambahan berat badannya mulai kurang signifikan itu karena produksi ASI mama yg mulai berkurang sepertinya (mamanya stres ga nge-mall hahaha) dan Haura sangat aktif. Ya ngoceh ya bergerak, tidurpun ga bisa diam bahasa gaulnya mah gocan/lasak.

Berkat kasih ASIX ke Haura, berat badan saya kembali ke berat sebelum hamil dalam 3 bulan. Sebelum hamil berat badan saya 51 kg, selama hamil mengalami penambahan sebanyak 12 kg. Di UK 9 bulan berat badan saya 62 kg. Seharusnya jadi 63 kg kan? tapi saya mengalami penurunan berat badan di awal kehamilan karena mual-muntah (morning sickness).
Dan, sekarang berat badan saya bahkan kembali ke berat badan saat kuliah semester awal yaitu 47 kg. Padahal target berat badan yaitu 49 kg. Asik kan ASIX???
Saya ga kurangin porsi makan kok. Ga diet. Tapi karena sejak hamil harus pilih jenis makanan, jadi cuma makan yg sehat aja. Karena apa yg saya makan, akan ditransfer ke Haura. Jadi, harus pilih yg sehat-sehat aja.

Masa mual-muntah adalah masa paling berat selama hamil, jadi bener-bener harus pinter dalam pilih jenis makanan. Porsi kecil tapi padat gizi.
Morning sickness saya bukan di pagi hari, tapi lebih sering di malam hari jadi night sickness ya? hehehe...
Masa-masa itu mau makan enak juga mikir-mikir, kan sayang kalo keluar lagi hehehe...
Pilihan makanan saya di masa morning sickness adalah kurma (3 biji tiap 15 menit sekali), buah-buahan (2-3 potong dadu tiap 15 menit), sereal, es krim, pisang goreng tepung dengan topping keju parut (yummie!), roti, 1 sdm madu tiap pagi, air kelapa muda (kelapa ijo) 2-3 hari sekali, sari kacang kedelai, bubur/sari kacang ijo.
Lebih-kurang itulah jenis makanan yg bisa saya makan selama masa morning sickness.
Saya sebenernya suka sayuran, tapi sewaktu hamil saya jadi kurang suka sayur. Saya cuma bisa makan sayur brokoli, bayam, jagung, kembang kol.
Jenis-jenis makanan diatas tinggi asam folat, zat besi, kalsium, kalium, magnesium, protein, karbohidrat, antioksidan, madu dan kelapa berfungsi melindungi janin dari keracunan jika si ibu salah makan.
Tidak perlu makan dalam porsi besar, porsi kecil tapi sering. Karena biasanya bumil gampang kena asam lambung naik, dan itu memicu muntah.

Nah, setelah melahirkan ganti status jadi busui tapi pilihan makanan tetep harus yg sehat. Jadi, banyak makan sayur rebus, telur rebus semua yg direbuuuus asik asik asik! #ennolerian hahaha!
Hingga 1 bulan setelah melahirkan saya banyak makan telur rebus karena saya butuh tinggi protein untuk masa penyembuhan setelah melahirkan secara SC. Sehari bisa makan 4-6 butir telur rebus.
Belum lagi porsi sayur yg seabreg, ibu mertua masakin, mama juga masakin... sampe tengah malem bahkan jam 3 pagi pun masiiih aja makan, hahaha...
Taukah para mama, tubuh para mama membutuhkan 600 sampai dengan 800 kalori untuk memproduksi ASI. Nah, jadi misalnya para mama makan 2500 kalori pun, yg untuk mama hanya 1700 sampai dengan 1900 kalori. Belum lagi kalau para mama urus baby dan pekerjaan rumah sendiri tanpa bantuan asisten rumah tangga atau dalam kasus saya, saya dibantu ibu mertua ^^

Sekarang berat badan saya stabil di angka 46 - 47 kg ^^
ASI untuk Haura masih lanjut dong, insyaallah sampai Haura minimal usia 2 tahun.
Dan, saya katakan TIDAK pada susu formula!

Cara mengendalikan Berat Badan

Topik kali ini bersinggungan dengan jurusan kuliah saya, yaitu ilmu gizi.
Berat badan itu adalah hal yg sensitif bagi sebagian orang. Dan, biasanya yg mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.
Baik orang itu masih remaja, dewasa atau sudah lanjut usia.

Sebenarnya alasan kenapa mau bahas topik ini adalah hasil dari kunjungan ke salah satu customer saya yg sedang mengikuti program penurunan berat badan.
Beliau mengeluh susah sekali mengontrol kenaikan berat badan sejak berhijab syar'i, karena bajunya sangat besar sehingga terasa "nyaman" terus dan tidak sadar berat badan bertambah terus.
Berhijab adalah kewajiban bagi muslimah dan tidak seharusnya hal tersebut dijadikan kambing hitam atas kenaikan berat badan kita.
Ada cara lain kok untuk mengontrol berat badan kita meskipun berhijab (biasanya orang mengukur kenaikan berat badannya dengan ukuran baju, kalau sudah terasa sesak/sempit maka berat badan mengalami kenaikan).
Mudah aja kok, yaitu dengan selalu menimbang berat badan setiap bangun tidur. Dengan begitu justru lebih mudah memantau berat badan. Kalau tidak sempat setiap hari, ya... 1x seminggu. Dibuatkan aja jadwal, misal setiap hari minggu. Hal ini lebih efektif ketimbang menggunakan ukuran baju. Kalau bajunya bahan kaos dan melar gimana hayo?

Dan, jangan jadikan berat badan yg ditimbang saat kamu akan haid atau saat haid sebagai patokan karena umumnya wanita akan lebih berat saat periode itu. Bisa plus 1-2 kg.

Kalau kamu mau diet tanpa merasa lapar yg menyiksa atau kamu yg masih sekolah cara paling mudah untuk menurunkan berat badan adalah dengan mengurangi nasi dan sumber karbohidrat lainnya dan cemilan.
Misal kamu biasa makan 2 centong nasi, perlahan kurangi porsinya jadi 1,5 centong lalu jadi 1 centong. Berikan jarak 5-7 hari sebagai adaptasi metabolisme. Lagipula kalau terlalu mendadak pengurangan porsinya, kamu bisa kelaperan hehehe...

Sumber karbohidrat lainnya yg harus kamu kurangi adalah kentang, jagung, roti, buah, dan gula pasir.

Lalu, kurangi cemilan kamu. Cemilan itu kecil-kecil cabe rawit lho! Meski porsinya kecil dan ga berasa kenyang makannya tapi menyumbang kalori yg banyak lho!
Cemilan yg harus kamu kurangi bahkan tidak dikonsumsi dulu adalah minuman bersoda (soft drink), cake, permen, es krim, kopi instan, dan lain-lain ^^
Contoh cemilan yg dianjurkan adalah asinan sayur, es sari kacang hijau, jus lemon / lemon tea dg gula diet,  jus tomat, gado-gado (tanpa lontong ya ^^), pecel sayuran, jus asam jawa, dan lain-lain.
Tetep jaga porsinya ya ^^

Utamakan konsumsi jenis-jenis sayuran ini ya... >> brokoli, kembang kol, tomat, bayam, paprika, lemon, buncis, dan bit (sejenis umbi-umbian). Porsinya adalah 100 gr berat matang tanpa air kalau sup.
Kenapa? karena jenis sayuran yg saya sebutkan diatas adalah jenis sayuran pembakar lemak. Boleh dijus kalau tidak suka dimakan.
Untuk minyaknya gunakan virgin olive oil tapi jangan digunakan untuk memasak ya karena virgin olive oil tidak tahan dengan suhu yg tinggi.

Jus sayuran agar rasanya enak adalah dicampur dengan nanas. Boleh kok di dispensasi, tapi jangan kebanyakan nanasnya ya... hehehe.
Dan, sayuran di rebus setengah matang dulu ya supaya ga bau langu.

Jaga pola tidur kalian yaitu 6-8 jam. Jangan kurang jangan lebih. Jangan tidur terlalu malam atau lebih dari jam 10 malam. Biasanya kalau kamu tidur lebih dari jam 10 malam maka kamu akan merasa lapar dan pasti cari cemilan kan?
Jaga waktu makan kamu. Selalu awali hari dengan sarapan, jam yg paling bagus untuk sarapan yaitu antara jam 6-8 pagi. Lalu, snack/cemilan antara jam 9-10 pagi. Makan siang antara jam 11.30 - 13.00 wib. Snack/cemilan sore antara jam 3-4 sore. Terakhir, makan malam antara jam 6-7 malam.
4 jam sebelum tidur sudah tidak boleh makan atau minum apapun selain air putih.
Jangan terlalu stres menjalani program dietnya, santai aja. Slow but sure! Karena stres akan membuat otak meminta asupan glukosa yg lebih banyak.
Jangan awali hari kalian dengan makanan/minuman yg manis, karena akan membuat otak ketagihan sepanjang hari.
Tingkatkan aktivitas kalian, tapi jangan gym pembentukan otot dulu ya... kalau sudah merasa berat badan kamu udah ideal baru deh program pembentukan otot.

Diet tinggi protein? Ya, diet tinggi protein memang meningkatkan metabolisme (karena lebih sulit dicerna) yg artinya akan mempercepat penurunan berat badan. Tapi, akan memperberat kerja ginjal. So, pikirkan lebih lanjut ya. Jangan sampai program diet kamu malah mengganggu kesehatan ginjal kamu. Protein hewani yg dianjurkan adalah 50 gr per kali makan atau 150 gr per hari. Begitu pula protein nabati yaitu tahu, tempe dan kacang-kacangan lainnya.

Ada yg mau dikonsultasikan? feel free for asking me ^^

Mau beli virgin olive oil yg berkualitas dan murah? di mymeal catering aja ^^
Merasa repot kalau harus masak sendiri? katering di mymeal catering aja ^^ (katering bisa diantar ke beberapa alamat yg berbeda)

Kamis, 22 Oktober 2015

Penyelamat Rambut Rontok

Halo halooo...
Kangen banget deh posting-posting di blog tapi kesibukan yg syemakiiin padat jadi bikin jarang-jarang deh bisa posting.

Okeh kali ini aku mau posting tentang produk perawatan rambut yg rontok.
Aku udah pake ini produk dari tahun 2013, hasilnya oke banget deh! So worth it dengan uang yg aku keluarkan. Tapi, pertengahan tahun 2014 aku sempet berhenti menggunakan produk ini. Why??! Bukan karena produknya jelek buut karena aku hamil. Produk ini aman banget buat bumil-busui, terus kenapa aku ga lanjutin pake? Itu karena akunya "terlena" dengan kondisi rambut saat hamil. Saat hamil, hormon-hormon kan mengalami perubahan tuh. Nah, salah satu efeknya bagus banget yaitu bikin rambut aku ga rontok dan kuat. Jadi, aku pikir yoweslah ga usah treatment juga udah bagus nih rambut. Ahahaha ternyata setelah melahirkan, kerontokan itu kembali menghantuiku! Selain karena hormonku drop karena si baby udah lahir, terus rambut ga dirawat juga. Pake sampo gonta-ganti. Dan, menurut info yg aku baca nih para ibu yg baru melahirkan emang mengalami kerontokan rambut hebat. Selain pengaruh hormon tapi juga karena poop dan pipisnya baby. Setelah membersihkan poop dan pipis si baby kadang kita ga sadar kalo belum cuci tangan, lalu si tangan itu menyentuh rambut deh. Nah, itu bikin rontok rambut tuh katanya.
Akhirnya, cobain sampo Mane n Tail tapi rambut tetep rontok parah. Ga ada perubahan. Terus aku tambahin perawatan pake hair tonic garnier dan terakhir natur. Teteeeep aja ga ada perubahan. Rontok sih sepertinya sedikit berkurang tapi ga keliatan ada anak-anak rambut yg bermunculan. Huhuhu....

Menyerah deh! daripada buang-buang uang untuk coba-coba produk yg ternyata gagal total memperbaiki kondisi rambutku akhirnya aku memutuskan untuk balik lagi sama produk sebelumnya, yg sudah terbukti berhasil menyelamatkan rambutku.
Nama produknya yaitu Green Angelica!
Produk ini asli buatan Indonesia loh, jadi cocok banget sama kondisi kulit kepala kita.
Dan, berdasarkan pengalaman pribadi tersebut, aku memutuskan untuk join menjadi agen green angelica. Kebetulan kota tangerang belum punya agen resmi, so I'm the first agen for tangerang city.
Buat kalian yg mengalami masalah kerontokan rambut yg sama seperti aku dan rasanya udah frustasi banget mandangin puluhan helaian rambut yg bertebaran di lantai (bisa dibikin jadi karpet deh tu rambut kali yaa... hehehe) Yuk, segera treatment dengan green angelica supaya kerontokan ga semakin parah dan bikin kepala jadi botak. Ih jangan sampe deh! (ketok-ketok meja ^^)
Untuk perawatan pertama kali, aku dulu ambil paket maksimal. Yg isinya shampo, hair growth accelerator dan anti DHT. Selanjutnya, bisa dengan shampo dan hair growth accelerator aja.






So, apalagi yg ditunggu? ga usah lama-lama mikirnya. TRY & PROVE IT! I guarantee you'll LOVE this product and can't move on!

Special untuk kamu yg beli Paket Maximal, aku kasih DISKON 5%!
Untuk kamu yg ambil Paket Combo 2, aku kasih FREE ongkir (jabodetabek)
Lumayan banget kaaan???

Mau tanya-tanya lebih banyak?
Boleeeeh...
Silahkan WA/SMS ke 081294568569
Atau follow IG green.angelica_tangerang

Mau langsung order? sangat boleeeeh... ^^
Format order
Nama:
Hp:
Alamat lengkap:
Produk yg dipesan:
Jumlah:

WA/SMS kan orderan kamu ke nomer yg sudah disebutkan diatas ya. Nanti, aku infokan acc rekeningnya.

Happy Day ^^

Jumat, 24 Juli 2015

GO-JEK

Pernah dengar GO-JEK?

Ya, ojek yg dibooking melalui aplikasi. Pengendara Go-jek ini pakai seragam serba hijau jadi rapi keliatannya, gampang dikenalin waktu janjian dan bikin naik ojek jadi lebih bergengsi hehehe...
Salah satu pengendaranya, Pak Samin pun bilang sama gw kalau dia seneng banget sejak ada aplikasi go-jek ini profesi ojek jadi lebih dipandang katanya.

Gw salah satu penumpang setia go-jek kalau suami lagi ga bisa jemput atau antar kerja. Walau tarifnya lebih mahal di jam rush hour tapi karena praktis jadi ya ga apa-apalah sesekali. Gw tinggal tunggu go-jeknya dateng ke rumah atau kantor, dan sementara nunggu kan gw bisa ngerjain yg lain dulu. Klo di rumah jadi bisa main-main dulu sama Haura, yeaay!

Pertama kali mau coba go-jek gw gagal, karena ternyata gw belum nyalain GPS hahaha... alhasil gw nyamperin pangkalan ojek deh. Mana pangkalan ojek dari kantor gw itu jauuuh, klo jalan kaki tak sanggup. Untung hari itu masih ada temen yg searah jadi bisa nebeng buat ke pangkalan ojek.

Kesempatan lainnya, gw sukses pake go-jek dan gratis pula karena pake kode referral so gw dapet go-jek kredit rp 50 ribu. Dan, berhubung tarif dari kantor ke rumah gw rp 39 ribu jadi gw gratis tis >,<

Mau nyobain naik go-jek juga dan gratis? Nih, pake kode referral gw 543125701 (input di icon gambar dompet di kanan atas) dan selamat mencoba go-jek secara gratis ;)

Kesan gw selama pake go-jek so far so good lah. Pengendaranya sopan dan bersikap baik. Pertama kali gw nolak pake helm karena rute jalan ke rumah gw itu jalur kampung jadi ga perlu pake helm, tapi si bapaknya tetep minta gw untuk pake demi keselamatan katanya.

Minggu, 12 Juli 2015

Kelahiran: Rin Haura Nafisyah

Hollaaaaa!
Sangat-sangat kangeeeen sama blogku ini!
Selama 7 bulan ini pasti banyak banget cerita yg numpuk yg pengen dibagi ke blogku tercinta. Okeh gw mulai dari kelahiran my sweety pie ya...

Setelah cek mata ke-2 tgl 1 desember 2014 lalu, gw melaporkan hasilnya ke dsog sutikno. Dan, diputuskan untuk sectio direncanakan tgl 12-12-2014. Dsog khawatir dengan minus mata kanan gw yg 6,0. Klo gw sendiri sih yakin aja retina gw kuat karena berdasarkan hasil periksa mata kedua dokter menyatakan ok, tapi jujur gw itu justru ragu-ragu sama diri sendiri. Klo sampe gw salah teknik mengejan, ugh! ga berani bayanginnya... gw itu parno-aaaaan temans.
Menunggu tgl 12 dengan ga sabar, suami, ade, ade ipar, mertua jadi ikutan ga sabaran. Pada komentar, klo emang sesar kenapa ga cepet-cepet aja sih? #garukgarukpala. Mereka pada ga sabar pengen cepet ketemu si baby tapi gw nya kan masih mempersiapkan mental menghadapi kenyataan perut akan dibelek #huhuhuhu
Tapi, akhirnya setelah mental sudah siap, gw pun jadi ikutan ga sabar (bercampur kesel sebenernya) "yaudahlah klo emang kudu dibelek, belek aja sekarang nih perut!" #hahahaha
Tapi, hati kecil gw tuh menolak karena sebenernya gw pengen banget ngerasain rasa mulesnya, flek ketika mulut rahim terbuka, dan pecah ketuban. Setidaknya, klopun gw akhirnya akan dibelek tapi gw sempet ngerasain sedikit rasa perjuangan seorang ibu yg melahirkan normal. #benerbenergalau
Akhirnya gw sama suami berencana melakukan kunjungan lagi ke dsog hari sabtu tgl 6 desember 2014 yg tujuannya adalah untuk minta tanggal sectio dimajukan jadi tgl 8 atau 9 desember, bahkan klo bisa malam itu juga hahahaha!
Sayangnya rencana tak terwujud karena dsog gw ke luar kota, ada acara keluarga huhuhuhu!
Ganti jadwal jadi hari senin tgl 8 desember 2014.
Dan, malam minggu itu gw yg entah kenapa lagi pengen banget jalan-jalan hunting makanan, ngajak suami (pake maksa) ke summarecon digital center karena gw liat lagi ada event foodtruck yg salah satu pesertanya ada "street ramen". Bahkan, sampe "nyeret-nyeret" mertua segala #hadeeehmenantumacamapa?
Perjalanan itu berakhir dengan kaki pegel tapi ga kesampean makan street ramennya karena udah keburu tutup gegara salah mall awalnya, huwaaa...
Jadilah makan pecel ayam dan bebek ajah di pasar seger-alsut.
Malam senin, ga kemana-mana. Lagi males jalan, jadi nonton aja di rumah berdua suami. Nonton "Maze Runner". Lumayan seru filmnya, suami yg sebenernya ga suka nonton film2 bergenre fantasi jadi ketularan sama gw hehehe...
Jam 2 pagi-persis seminggu lalu-gw ngerasain kontraksi kuat. Tapi, gw ga bangunin suami karena takut ini cuma kontraksi palsu seperti minggu lalu. Jadi, gw tungguin aja sambil ngitungin ritme kontraksinya. Suami kebangun sendiri jam 3 pagi, dia bilang udah ga nyenyak tidurnya sejak UK gw 36 mingguan (suami siaga #hug).
Dia ngajak ke rumah sakit, tapi gw ga mau keburu-buru. Jadi, gw minta suami tunggu sampe jam 4 pagi, klo ga berhenti berarti ini kontraksi asli karena seminggu lalu kontraksi berhenti di jam 4 pagi. Jadilah, deg-degan nungguin jarum jam bergeser detik demi detik. Jam 4 pagi kontraksi masih ada, akhirnya suami siap-siap. Tapi, gw masih minta tunggu dulu karena belum keluar flek darah. Gw lupa tepatnya jam berapa flek darah itu keluar, tapi ga lama setelah jam 4. Akhirnya, jam 6 pagi cus berangkat ke rumah sakit. Gw udah bercucuran keringet, masih pake daster. Pokoknya style gw kacau deh pagi itu. Daster oren selutut ditimpa jaket coklat dan pake celana panjang kaos warna item, warna yg ga karuan. kacaaauuu... hahaha!
Sampe rumah sakit, langsung disuruh ke ruang tunggu bersalin untuk diperiksa pembukaan. Ternyata udah bukaan 1. Berkas-berkas mulai disiapin, dsog gw ditelpon. Daaaan, ibu mertua gw masih sempet nego buat lahiran normal hahaha... karena bidan yg periksa tuh bilang pembukaan dan kontraksi gw bagus jadi ga akan lama nunggu si baby launching.
Akhirnya jadwal sesar gw keluar, gw akan disesar jam 12 siang karena udah ada 1 pasien yg dateng duluan dan dia udah kontraksi lebih lama dari gw.
Sekitar jam 9 derajat kontraksi meningkat. Rasanya semakin mantaaap, sampe ga bisa bergerak klo lagi kontraksi. Diperiksa lagi sama bidan, ternyata baru bukaan 2 tapi udah sakit bingit, huhuhuhu #cengeng
Jam 11 an datanglah 2 perawat pria bawa-bawa ranjang dorong, gw udah harus siap-siap. Tapi, sebel banget ternyata gw masih harus nunggu sekitar 30 menit didepan ruangan operasi dan sendiriaaaan! Mana pengen pipis, huhuhu... tapi perawatnya bilang sebentar lagi juga dipasang kateter bu. Ya kaliii gw ngompol pas operasi, hahahaha!
Masuk ruang operasi sekitar kurang dari jam 12. Untunglah ruangannya biasa aja, ga bikin jiper, secara ini pengalaman perdana gw masuk ruang operasi.
Datanglah tim operasi. Pertama gw disuntik bius di tulang belakang. Untunglah, gw udah persiapan mental untuk sectio jadi gw udah perkirakan akan seperti apa prosedurnya. Dan, suntik bius ini adalah hal menyakitkan pertama yg harus gw hadapi. Gw dikasih bantal buat dipeluk dan karena gw udah tau prosedurnya jadi gw membungkukan badan tanpa disuruh, tarik napas dan berusaha rileks. Alhamdulillah, sakit sih ga ya tapi kaget mah iya. Jadi, badan gw refleks menegak tapi langsung ditahan sama perawat/dokter perempuan yg disamping gw. Begitu obat bius disuntik, kaki kanan gw refleks mengejang/gerak sendiri hihihi... dan ga lama mulai berasa kesemutan/kebas.
Kemudian, gw dipasangin kateter (akhirnya gw bisa pipis juga, hhh...). Saat pemasangan kateter gw bener-bener berempati dengan kodok-kodok yg jadi bahan praktek.
Tangan kanan gw dipasang tensimeter, tangan kiri yg diinfus juga diikat ke ranjang operasi. Jadilah gw ga bisa bergerak, ffuh!
Nah, akibat berangkat ke rumah sakit tanpa memerhatikan style. Gw ternyata pake kerudung bergo yg licin dan ga pake dalemannya, alhasil tu kerudung melorot mulu aja selama operasi. Dan, gw pun bolak-balik minta tolong sama perawat perempuan buat benerin kerudung gw, bumil rempooong!
Untuk mengurangi deg-degan, gw ngajak ngobrol perawat pria yg standby di samping gw. Apalagi waktu gw ngerasa dada gw terhimpit, jadi bikin nafas sesak. Itu bener-bener menyiksa karena mau narik napas dalem-dalem ga bisa, huhuhu!
Jam 12.16 wib, alhamdulillah my baby sweety pie pun lahir, suara nangisnya nyariiing dan cempreng kya momma-nya, hahaha!
Saat itu bener-bener terharu sampe nangis dan ga sabar pengen peluk my baby, tapiiii laaaah kok my baby dibawa keluar siiih???
Ga IMD niiiih?
Rasanya pengen teriak aja manggil itu dokter balik lagi ke ruangan.
I wanna hug my baby asap!

Finally Launched @39 weeks

Tinggalah gw dengan para "pembelek" itu di ruangan. Dsog keluar duluan, menurut gw setelah cuma tinggal menjait lapisan ke-7 yaitu kulit luar. Perawat pria udah pindah dari tempatnya, entah kemana, mungkin bosen gw ajak ngobrol hahaha. Akhirnya gw ajak ngobrol dokter bedahnya aja deh!
Sensasi kedinginan dateng, gw bener-bener kedinginan dan menggigil. Sempet parno juga, ini kenapa. Tapi, dokter bedahnya bilang normal.
Gw keluar dari ruang operasi sekitar jam 13.00 wib. Dan, gw masih menggigil kedinginan loh.


Gw harus tinggal di ruang observasi sampe jam 15.00 wib baru boleh pindah ke ruang rawat inap. Ngobrol-ngobrol sama tetangga, dia sesar yg ke-2 dan katanya rasanya lebih sakit dari sectio pertama #what???
Sakit mulai berasa ketika efek bius mulai pudar pelan-pelan. Bukan sakit perih sih, tapi seperti kontraksi. Dan, ternyata itu memang kontraksi setelah melahirkan yaitu saatnya rahim mengecil kembali. Gw dipakein stiker durogesic di lengan, yg berfungsi untuk mengurangi rasa perih. Yang baru gw tau belakangan dari ade gw yg lahiran ke-2 nya secara sectio, stiker obat itu berisi narkoba. Karena, dia nge-fly waktu pake stiker itu dan ketika ditanya ke dsog nya dijelaskan lah apa isi dari stiker obat itu. Makanya ga dijual bebas di apotik2. Dan, harganya pun mahal, 1 pc Rp 300.000 di rumah sakit gw. Efektif untuk 3 hari, asal jangan dilepas stikernya.


Ituuu keliatan my baby di inkubator di depan, pengen gw ambil aja iiih!
Bobo setelah cape nangis... cupcup my sweety pie!

Alhamdulillah, jam 15.00 wib gw udah boleh pindah ke ruang rawat inap. Yeaaay! akhirnya ketemu my baby sweety pie #mmuuaach

Papa siaga #bighug

Cantiknyaaa Bidadari kecil mama

Serius banget siih Rin!

Papa dipegangin aja, biar ga kemana-mana ya, hihihi!
 
Kondisi kamar yg super awut-awutan hahaha!

Smua bagian awuta-awutan, ckckck!
Kamis, 11 desember 2014 jam 9 pagi kami pun go home. Bye-bye rumah sakit... thank you buat pelayanannya dan maaf ya para suster dan bidan sudah direpotkan oleh kami, hehehe!

Stop pinching my cheeks!

Rin dan onty Callysta

Momma and Rin
Alhamdulillah, bersyukur kepada Allah SWT atas kelahiran putri pertama kami dengan selamat dan sehat pada tanggal 8 desember 2014 pukul 12.16 wib melalui sectio caesar di RS. Insan Permata - Pakujaya dibantu oleh dsog FB. Sutikno, Spog dan tim.
Kami beri nama putri kecil kami dengan "Rin Haura Nafisyah" yang berasal dari bahasa jepang dan arab yang memiliki arti Bidadari berkulit putih dan bermata hitam yg paling berharga dan memiliki martabat yg tinggi. Semoga menjadi putri yg sholelah dan mengangkat derajat kedua orangtuanya. Amiin.

See ya next post ^^

Senin, 01 Desember 2014

Cek retina mata

Okeh, sesuai janji gw pada post sebelumnya yg menyatakan gw akan ceritakan prosedur cek retina gw maka hari ini gw akan cerita.

Awalnya gw mau periksa retina ke KMN kebon jeruk tapi karena KMN ga kerjasama dengan asuransi gw jadi batal deh. Gw antisipasi aja klo-klo mata fw harus dilakukan tindakan, biar ga ribet pindah-pindah

Cek mata pertama gw ke JEC kedoya dengan dr. Elvioza, SpM. Gw dapet no antrian 12 by phone appointment untuk periksa hari sabtu tgl 15 november 2014 dengan perkiraan waktu periksa adalah jam 11.00 wib tapi disuruh dateng 45 menit sebelumnya untuk pemeriksaan dasar. Iya bener, kita bisa dapet no antrian cuma dengan bikin janji lewat telepon aja kok jadi ga perlu ribet bolak-balik gitu.
Hari-H gw sampe JEC sekitar jam 09.45 wib. Langsung isi form pasien baru dan ambil no antrian registrasi. Sekitar 15 menit kemudian gw dipanggil ke meja registrasi dan disuruh ke lantai 2 untuk pemeriksaan dasar dan juga ruang dokternya. Saat antri untuk pemeriksaan dasar lumayan lama, gw sampe minta suami beli cemilan... eeh baru mau buka bungkus roti gw dipanggil masuk. Pending deh mangapnya, hahahaha....
Diruangan pemeriksaan dasar itu ada beberapa alat, gw diperiksa di meja pojok gitu deket pintu masuk. Perawat yg meriksa cantik, ramah dan asik banget.
Pertama gw disuruh menempelkan dagu dan jidat ke alat periksa mata seperti yg kalian udah tau.
Pertama mata gw ditiup atau lebih tepatnya ditembak angin gitu, yg fungsinya untuk mengetahui daya tekanan bola mata (ini untuk tau ada resiko glaukoma atau ga deh kya'nya). Lalu dicek fokus mata, yg liat balon terbang gitu...
Setelah itu gw disuruh menyebutkan huruf-huruf yg muncul di tembok. Awalnya tanpa lensa bantuan habis itu pake lensa deh. Terakhir gw disuruh milih, huruf N berwarna hitam terlihat lebih jelas di dasar merah atau hijau. Menurut gw sih sama-sama jelas ya, tapi karena disuruh milih ya gw pilih merah. Lensa kacamata gw juga diperiksa, minus di lensa kacamata gw itu adalah masih 4,25 sedangkan minus gw saat periksa sudah minus 5,00 kanan-kiri. Olala...
Dan, karena tujuan gw ke dr. Elvioza mau periksa retina mata maka sebelum say thank you and goodbye ke perawat itu gw pun ditetesi cairan pembesar pupil yg sumpah perih banget! Gw disuruh kedip-kedipin mata dan disuruh tunggu sampai nyaman baru boleh beranjak dari tempat periksa.
Perawat bilang efek pembesar pupil akan bikin mata gw akan lebih silau dari biasanya saat liat cahaya dan akan burem saat liat layar hp, efeknya 3-4 jam.
Dan, bener aja... sekitar 15 menit kemudian gw pun silau waktu liat ke kaca dan burem pas baca bbm. Tapi buremnya bisa diminimalisir justru dengan ngelepas kacamata.
Gw kembali menunggu di ruang tunggu untuk dipanggil ke ruang dr. Elvioza. Oiya, gw masuk ke ruang pemeriksaan dasar tuh sekitar jam 10.30 wib dan masuk ke ruang dr. Elvioza sekitar jam 11.40 wib.
Untungnya ruang tunggu JEC ini nyaman dan disediain air minum dingin pula jadi ga haus deh. Plus ada layar yg menampilkan info-info sekitar kelainan mata jadi bisa nambah wawasan juga sembari nunggu.
Akhirnya, gw pun dipanggil masuk ke ruang dokter. Kesan pertama gw dengan dr. Elvioza, SpM ini adalah wajahnya yg sejuk banget diliat. Dan, emang bener sampe akhir periksa penilaian gw ga berubah. Beliau tuh menenangkan dan wise banget gitu orangnya.
Prosedur periksa retina mata gw selanjutnya dengan beliau adalah disenter-senter gitu mata gw sambil disuruh gerakin bola mata ke atas, kanan atas, kanan, kanan bawah, bawah, kiri bawah, kiri, kiri atas. Ampun yak, liat cahaya biasa aja gw silauu apalagi pas disenter-senter itu silaunya banget-banget sampe banjir airmata gw.
Kesimpulan akhir adalah kondisi mata gw baik. Retina mata orang dengan minus tinggi memang tipis tapi retina gw masih utuh dan tidak ada tanda-tanda sobekan. Alhamdulillah...
Gw juga tanya tentang eye floaters gw dan menurut beliau ga ada masalah.
Beliaupun tanya nama dokter kandungan gw dan nulis surat keterangan akan ko disi mata gw yg oke aja untuk persalinan normal atau pervaginam.
Sekedar info total biaya cek retina gw adalah Rp 550.000. Rp 50.000 adalah biaya administrasi pasien baru.

Hari rabu tgl 19 november 2014, gw periksa kandungan plus kasih itu surat keterangan dari dr. Elvioza, SpM.
Tapi, dsog gw masih ragu atau khawatir gitu akan keselamatan penglihatan gw. So, dia pun suruh gw periksa minus mata lagi pada saat UK sudah 38 minggu. Karena, sering kejadian minus meningkat saat UK 38 minggu.
Hhh... nurut aja apa kata dokter deh...
Suami khawatir banget sama mata gw dan minta gw untuk caesar aja. Tapi gw nya keukeuh mau usaha lahiran normal jadi gw minta suami untuk cek ulang minus mata. Ga perlu ke JEC deh, toh cuma untuk cek minus aja jadi ga perlu ke spesialis retina.

Akhirnya hari ini gw periksa mata lagi ke rumah sakit dideket rumah aja yaitu di ciledug jadi suami cuma perlu ijin beberapa jam aja dari kantor, ga perlu seharian seperti ke JEC. Prosedur periksa kedua ini jelas berbeda, mungkin karena ini bukan rumah sakit khusus mata kali yaa...
Kali ini dokternya perempuan. Kesan awal, sepertinya dokter berinisial SS ini baik tapi penilaian gw berubah pada akhir periksa.
Prosedur periksa singkat banget, gw cuma disuruh nebak beberapa huruf di tembok sambil tetap menggunakan kacamata (jumlah hurufnya sedikit) lalu diperiksa fokus mata yg liat balon terbang terus ditetesin pembesar pupil deh. Kemudian gw disuruh tunggu 30 menit di luar.
Setelah 30 menit, gw dipanggil lagi. Langsung diperiksa pake senter juga dan melirik ke berbagai arah juga. Tapi kali ini posisi gw ga duduk melainkan bangku periksa gw direbahkan banget sampe refleks megangin perut karena posisi kepala gw jadi lebih rendah dari perut.
Dan, selesai deh periksanya.
Dokter inipun bilang kondisi retina gw baik dan bisa melahirkan normal.
Sampai disini gw masih cukup respect sama itu dokter. Tapi, pas dia tau dsog gw bukan dsog rumah sakit tersebut diapun mulai agak jutek gitu. Gw ditanya tentang surat pengantar, ya gw bilang ga ada. Karena dr. Elvioza ga ada minta surat pengantar tuh jadi gw pikir ya surat pengantar itu cuma formalitas aja kan.
Tapi, dengan gaya arogannya dokter SS itu bilang klo dia ga mau tulis surat keterangan karena ga ada surat pengantar dari dsog gw. Padahal gw udah membujuk gitu supaya dokter SS itu mau tulis surat keterangan. Ddooohh! Gondok banget ga siiih!?
Akhirnya gw minta aja tuh struk minus gw.
Dokter SS suruh gw periksa mata lagi ke dia sebulan/dua bulan setelah melahirkan. Aduh, jangan harap saya mau periksa lagi sama dokter arogan seperti dia deh... gw mending ke dr. Elvioza aja!
Biaya periksa mata gw yg kedua di rumah sakit itu adalah Rp 303.000. Selisih Rp 200.000 tapi pelayanannya selisih jauh banget!

Apakah ini ada harga ada rupa ataukah memang kelas dokternya yg berbeda tingkat???
Jujur aja nih, gw jadi kapok periksa sama dokter perempuan. Karena, selalu aja pengalaman menyebalkan tuh pas periksa dengan dokter perempuan. Karena, klo diinget-inget gw selalu periksa dengan dokter laki-laki. Dulu dokter mata pertama gw juga laki-laki yaitu (alm) dr. Tedjanto, SpM di RS. Honoris dan beliau tuh super asik. Pas lagi operasi kecil mata gw aja sambil bercanda jadi gw ga tegang. Ada apa sih dengan para dokter perempuan???

Minggu, 30 November 2014

38 weeks

38 weeks ituuu... perasaan nano-nano deh!
Excited menanti si baby R launching tapi juga was-was gitu...
Do'a selalu dipanjatkan agar proses persalinan lancar dan mudah, gw dan suami Juga sering ajak ngomong si baby R buat kerjasama nanti pas hari H dan supaya dia hati-hati sama tali pusatnya yg berdasarkan usg tgl 25 november kemarin pas diakhir uk 37 weeks sepertinya melingkar di lehernya. Kata dokter sih masih aman. Tapi, papa dan tantenya nih super khawatir, sampe disuruh keluarin aja deh klo emang udah bisa dikeluarin... hadoooh, gw nya yg takut klo sampe perut gw dibelek. Ya, lain cerita klo emang darurat ya...
Hasil usg kemarin itu juga menunjukkan klo si baby R belum masuk panggul jadi gw disuruh banyak jalan kaki sama dsog. Iya sih selama kerja kan gw duduk aja. Tapi, mulai tgl 26 nov gw jalan kaki pagi 30 menit. Tgl 27 sih ga jalan kaki pagi tapi jalan2 di mall, hehehehe...
Hari2 selanjutnya gw juga goyang pinggul yg pernah diajarin waktu belly dance dan berdiri-jongkok dan duduk ala posisi yoga gitu supaya si baby R cepet masuk panggul.
Semoga pas periksa besok tgl 1 desember si baby R udah masuk panggul. Amiin.
Oiya, senin besok juga jadwal periksa minus mata lagi karena dsog gw harus yakin minus gw ga 6 saat melahirkan normal nanti.
Hmm... gw nya sih udah yakin akan baik2 aja selama gw ga merem pas ngejan, karena gw udah periksa retina mata gw pas tgl 15 november di JEC kedoya dan spesialis retina gw yaitu dr. Elvioza menyatakan retina gw aman untuk persalinan pervaginam. Amiin.
Next time gw ceritain deh prosedur periksa retina gw.
Berhubung suami udah pulang dari gathering kantornya, gw urus makannya dulu  ya....  ^^